Text

Mitra Bacaan Alternatif bagi Anda untuk Menambah Wawasan tentang Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah.
Penerbit Khalista adalah satu-satunya penerbit yang konsen dengan tema Ke-ASWAJA-an.
Contact Person: 0857 3009 2601 (telp/sms).
Melayani Grosir dan Eceran.

Senin, 28 Maret 2016

Membongkar Dusta & Kesesatan Kelompok Anti Madzhab

Judul: Membongkar Dusta & Kesesatan Kelompok Anti Madzhab
Oleh: Nur Hidayat Muhammad
Penerbit: Nasyrul Ilmi
Harga: Rp. 37.000,-

Kupas Tuntas Fikih Darah Wanita

Judul: Kupas Tuntas Fikih Darah Wanita
Oleh: Sholihin Hasan
Penerbit: Muara Progresif
Harga: Rp. 22.000,-

Semua wanita bisa mengalami haid, tapi tidak semua wanita mengerti hukum haid. Buku ini akan memandu pembaca memahami ragam problematika terkait dengan darah wanita, baik itu haid, istihadlah dan nifas.

Fikih darah wanita tidak hanya membahas tentang keluarnya darah dari kemaluan wanita, tapi juga memiliki kaitan erat dengan ketentuan-ketentuan syariat, seperti shalat, puasa, perceraian, berada di masjid, hubungan suami-istri dan lain-lain.

Karena itu, setiap muslimah wajib mempelajari fikih darah wanita untuk kepentingannya sendiri dan keluarganya. Seseorang yang bisa memahami haid, ia tidak akan bimbang apakah darah itu haid atau bukan, sehingga ia bisa menentukan apa yang seharusnya dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Buku sederhana ini hadir untuk memandu para muslimah, remaja, orang tua, guru atau siapapun untuk mendalami ketentuan-ketentuan syariat yang terkait dengan darah wanita. Kesederhanaan buku ini terletak pada penggunaan istilah yang mudah dipahami dengan struktur pembahasan yang fokus. Lengkap dengan contoh kasus, ilustrasi jadwal keluarnya darah dan ragam problematika darah wanita yang muncul di masyarakat.

Meluruskan Vonis Bid’ah; Bantahan terhadap Buku “Hadits Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia”

Judul: Meluruskan Vonis Bid’ah; Bantahan terhadap Buku “Hadits Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia”
Oleh: Nur Hidayat Muhammad
Penerbit: Nasyrul Ilmi Publishing
Harga: Rp. 50.000,-

Kemunculan buku “Hadis Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia” karya Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Yusuf memunculkan keresahan mendalam. Lantaran banyak hadits-hadits tersebut digunakan oleh mayoritas umat Islam Indonesia, secara khusus kaum Nahdliyyin, sebagai hujjah dalam amal ibadahnya sebab terdapat fadhilah. Sebagai wujud kehati-hatian dalam menilai suatu hadits, sebab kita semua memang tidak tahu, apakah hadits yang kita anggap dha’if atau bahkan palsu bukan dari Rasulullah, masih ada kemungkinan hadits tersebut benar-benar dari Rasulullah.

Bagaimana natinya, jika hadits tersebut benar dari Rasulullah, kemudian kita dustakan. Maka jalan terbaik yang diambil oleh ulama ahlussunnah waljama’ah dengan mengamalkan hadits dh’aif sebagai kehati-hatian dengan tidak menisbatkan bahwa hadits tersebut benar-benar dari Rasulullah, sebab belum tentu hadits tersebut dari Rasulullah. Kenapa hadits dha’if diamalkan, sebagai upaya menjaga kemungkinan bahwa hadits tersebut benar-benar dari Rasulullah. Buakankah sebuah dusta besar jika kemudian hadits yang nyata-nyata dari Rasulullah, kemudian kita anggap sebagai hadits yang bukan dari Rasulullah. Karenanya, sebagai kehati-hatian untuk mejembatani dua kemungkinan, maka jalan terbaik dengan tetap mengamalkan, hadits dha’if tetapi tidak dinisbatkan kepada Rasulullah, kalaupun itu salah pelakunya tidak berdosa, sebab tidak menisbatkan tindakannya pada Rasulullah. Juga sebagai kehati-hatian siapa tahu hadits tersebut benar-benar dari Rasulullah.

Sebab itu, kemunculan buku ini, mencoba meluruskan salah paham yang dilakukan oleh Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Yusuf dalam bukunya “Hadits Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia”. Banyak sekali kerancuan dalam buku tersebut, ringkasnya saya bagi tiga bagian kritik yang diuarikan oleh Nur Hidayat Muhammad di dalam buku ini. Pertama, dalam bukunya, Ahmad Sabiq merasa bahwa hasil ijtihadnya lebih baik dari pada ulama’ yang kapasitas keilmuannya sudah tidak diragukan lagi, serta merasa ilmu haditsnya lebih baik dari para ulama’ besar, termasuk mazhab Syafi’i. Dia juga merasa jika pendapat Salafi Wahabi paling absolut kebenarannya, yang lain tercela dan sesat.

Kedua, banyak hadits yang hanya dha’if atau sangat dha’if dinilai palsu karena mengikuti pendapat Muhammad Nashiruddin al-Albani. Bahkan Ia sering terjebak pada penilai al-Abbani, dan mengindahkan pandangan ulama’ lain yang kreadibiltas keilmuannya lebih mapan. Hadis muaquf yang populer dinisbatkan pada Rasulullah kadang diklaim hadits palsu, padahal pendapat tersebut menyalahi pendapat para ulama’ yang mengatakan bahwa menempatkan hadits mauquf dalam ketegori hadis maudhu’ merupakan kesalahan. Dalam menentukan status hadits palsu, kadang-kadang menggunakan standar karena perawinya pendusta, padahal perawi yang dicurigai pendusta tidak masuk hadits palsu, hanya hadits matruk. Banyak sekali alasan hadits yang dicetuskan sering tidak singkron.

Ketiga, tidak mengindahkan kaidah ulama’ bahwa hadits dha’if yang diamalkan dan dibuat fatwa ulama’ derajatnya semakin kuat. Pula tidak mengindahkan hadits dha’if yang derajatnya terangkat karena terdapat riwayat hadits shahih atau hasan, maka riwayat yang dha’if selalu dikesampingkan, tanpa melihat kaidah ushulul hadits yang disepakati para ulama’. Kadang pula tidak mengindahkan derajat hadtis yang terangkat derajatnya karena banyaknya syawahid.

Untuk Lebih jelasnya, dalam buku “Meluruskan Vonis Wahabi: Bantahan terhadap Buku “Hadits Lemah dan Palsu yang Polpuler di Indonesia” pembaca akan diajak oleh Nur Hidayat Muhammad menelusuri secara detail kesalah-kesalahan yang dikakukan Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Yusuf dalam bukunya Hadits Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia, dengan bantahan ilmiah dan sumber rujukan yang jelas. Buku ini patut kita apresiasi bersama, sebagai wadah intlektual dalam meluruskan salah paham yang dilakukan kelompok tertentu, tidak seperti kelompok radikalis, yang selama ini sering melakukan cara-cara kekerasan dalam meluruskan kesalahan seseorang.

Meluruskan Doktrin MTA; Kritik Atas Dakwah Majelis Tafsir Al-Qur'an di Solo

Judul: Meluruskan Doktrin MTA; Kritik Atas Dakwah Majelis Tafsir Al-Qur'an di Solo
Oleh: Nur Hidayat Muhammad
Penerbit: Muara Progresif
Harga: Rp. 35.000,-

Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) yang berpusat di Solo, Jawa Tengah, dan sudah berkembang di kota-kota lain, dengan slogannya "Ngaji Al-Qur'an Sak Maknane", dalam perjalanan dakwahnya sudah dianggap keluar dari batas kewajaran atau keterlaluan. Dakwah mereka kerap diiringi dengan tuduhan-tuduhan bahwa amaliah warga Nahdliyyin, seperti tahlilan, yasinan, adzan dan iqomah di telinga bayi yang baru lahir dan lain-lain adalah perbuatan bid'ah, syirik dan menyesatkan.

Dengan tuduhan dan vonis ekstrim yang khusus ditujukan kepada warga Nahdliyyin tersebut, baik via radio atau televisi sangat berpotensi memicu gesekan dan gerakan anarkisme antar sesama yang dapat merongrong persatuan umat Islam di Indonesia.

Buku Meluruskan Doktrin MTA yang ditulis oleh Nur Hidayat Muhammad ini, berisi jawaban ilmiah untuk meluruskan doktrin dan fatwa-fatwa MTA yang dianggap keluar dari faham yang diusung dan disepakati oleh ulama Ahlussunnah Wal-Jama'ah. Penulis buku ini, mencoba memberikan jawaban berdasarkan al-Qur'an, al-Sunnah, dan Ijtihad para ulama dengan pendekatan yang lebih halus sebagai titah menjalankan kewajiban amar ma'ruf nahi munkar dan nasehat kepada sesama muslim.

Jawaban Amaliyah & Ibadah Yang Dituduh Bid'ah, Sesat, Kafir & Syirik

Judul: Jawaban Amaliyah & Ibadah Yang Dituduh Bid'ah, Sesat, Kafir & Syirik
Oleh: Ust. Ma'ruf Khozin
Penerbit: Al-Miftah
Harga: Rp. 30.000,-

Ungkapan rasa syukur kepada Allah yang tiada batas selalu kami ucapkan. Sebab untuk yang kesekian kalinya Lembaga Bahtsul Masail NU Kota Surabaya, baik secara kelembagaan maupun personal, telah berperan aktif serta berkontribusi dalam membentengi amaliyah an-Nahdliyah yang selama ini ditanyakan oleh warga Nahdliyin serta 'dihujat' oleh kolompok yang lain. Berbeda dengan buku-buku sebelumnya, kali ini disajikan dengan nuansa tanya-jawab karena memang diangkat dari Konsultasi Hukum Islam yang tersaji dalam Buletin Jumat 'Biswah' dan agar lebih mudah dipahami. Baginda Rasulullah Saw bersabda:
"Hendaklah mereka bertanya jika tidak tahu. Sebab obatnya kebodohan hanyalah dengan bertanya" (HR Abu Dawud No 336)

Alur keputusan hukum Islam yang berlaku di lingkungan Nahdlatul Ulama adalah dari Syuriyah, jabatan tertinggi dalam struktur Nahdlatul Ulama, sementara Lembaga Bahtsul Masail (LBM) adalah sebagai perangkat organisasi yang melaksanakan tugas keputusan Syuriyah yang berkaitan dengan hukum Islam. Bukan semata-mata keputusan LBM dengan tanpa melibatkan jajaran Syuriyah.

Jawaban-jawaban yang terdapat dalam buku ini merupakan kumpulan dari karya-karya Kyai NU seperti kitab Hujjah Ahlisunnah karya KH Ali Ma'sum, Krapyak Jogjakarta, Kitab al-Hujaj al-Qath'iyah karya KH Muhyiddin Abdusshomad, Rais Syuriyah PCNU Jember, buku Risalah Ahlisunnah wal Jamaah karya Tim Aswaja NU Centre Jatim, kitab-kitab karya Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki, Makkah, karya-karya Syaikh Ismail al-Yamani, Makkah, dan ulama Sunni lainnya dari Timur Tengah lainnya, yang kesemuanya berlandaskan dalil-dalil yang sahih.

Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat Tasawuf

Judul: Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat Tasawuf
Oleh: KH. A. Aziz Masyhuri
Penerbit: Imtiyaz
Harga: Rp. 85.000,-

Dalam buku ini, penulis memulai dengan menjelaskan tarekat; definisi, kemunculan, sejarah perkembangan tarekat, berbagai ajaran-ajaran dalam tarekat, karakteristik tarekat, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan 22 tarekat dalam tasawuf. Yang cukup berani, penulis secara terus terang mengemukakan bahwa tarekat Naqsyabandiyah Haqaniyah cukup problematis. Penjelasan ini cukup berani mengingat, tarekat ini sedang demikian berkembang dan mulai diterima oleh masyarakat. Oleh sebab itu, buku yang kaya data ini penting menjadi rujukan bagi ada pelaku, pemerhati atau kalangan akademisi yang bergelut dalam dunia tarekat dan tasawuf.

Buku ini diberi pengantar oleh KH. Habib Luthfi bin Yahya (Ra'is 'Am Jatman), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A, dan Guru Besar dan Peneliti senior Martin van Bruinessen.

Rabu, 23 Maret 2016

Fikih Jenazah An-Nahdliyah: Panduan dan Hujjah Amaliah Seputar Merawat Jenazah


Judul: Fikih Jenazah An-Nahdliyah: Panduan dan Hujjah Amaliah Seputar Merawat Jenazah
Penulis: Muhammad Ma'ruf Khozin
Penerbit: Muara Progresif
Harga: Rp 30.000.-

Sinopsis:
Buku yang hadir di hadapan pembaca ini bukanlah sekedar bacaan sebagai pengisi waktu kosong, tapi merupakan buku tuntunan tentang pengurusan jenazah yang harus dipahami secara baik, karena menjadi salah satu bentuk kewajiban beribadah.

Keistimewaan buku ini adalah kemampuan penulis untuk menyajikan hujjah amaliah warga NU (Nahdliyin) seputar merawat jenazah. Mulai dari sebelum kematian, memandikan, mengafani, menyalati, mengubur, hingga amaliah pascakematian.

Di antara topik penting yang disajikan dalam buku ini adalah dasar atau dalil membaca surat Yasin di dekat jenazah, melepas tali pocong, adzan di kuburan, talqin, Yasinan, iddah wanita karir, dan lain-lain.