Text

Mitra Bacaan Alternatif bagi Anda untuk Menambah Wawasan tentang Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah.
Penerbit Khalista adalah satu-satunya penerbit yang konsen dengan tema Ke-ASWAJA-an.
Contact Person: 0857 3009 2601 (telp/sms).
Melayani Grosir dan Eceran.

Sabtu, 28 Januari 2017

Khalista Publisher: Menjawab Vonis Bidah (Kajian Pesantren, Tradisi da...

Khalista Publisher: Menjawab Vonis Bidah (Kajian Pesantren, Tradisi da...: Judul : Menjawab Vonis Bidah (Kajian Pesantren, Tradisi dan Adat Masyarakat) Penulis : Forum Kajian Ilmiah TAHTA Ponpes Lirboyo 2010 Teb...

KHAZANAH ASWAJA: Memahami, Mengamalkan dan Mendakwahkan Ahlussunnah wal Jamaah

Judul Buku: KHAZANAH ASWAJA; Memahami, Mengamalkan dan Mendakwahkan Ahlussunnah wal Jamaah
Penulis: Tim Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur
Pengantar: Dr. KH. Ma’ruf Amin (Rais ‘Am PBNU)
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Halaman: xxiv + 486
ISBN: 978-602-74756-0-1
Harga: Rp. 85.000,-

“Hadirnya buku KHAZANAH ASWAJA, yang mengulas seluruh aspek Aswaja-sejarah, fikih, tasawuf dan implementasinya di lingkungan NU-secara kongkret membuktikan konsistensi Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur dalam mengemban amanah ilmiah untuk menghadapi tantangan kekinian.
Harapannya, kehadiran buku ini menjadi langkah strategis dan secara substantif dapat diserap oleh NU di seluruh level secara nasional, sesuai kondisi dan tantangan yang dihadapi.” Dr. KH. Ma’ruf Amin [Rais ‘Aam PBNU]

“Di tengah merebaknya agitasi doktrin-doktrin radikal dan liberal, KHAZANAH ASWAJA menjelaskan akidah dan amaliah Aswaja ala Walisongo beserta hujah-hujahnya.” KH. M. Hasan Mutawakkil ‘Alallah, S.H., M.M. [Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur]

”KHAZANAH ASWAJA wajib menjadi bacaan utama Ahli Nahdlah, penggerak dakwah, pendidikan dan peradaban. Kokoh spiritual, mapan intelektual.” KH. Agoes Ali Masyhuri [Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo]

Jumat, 30 September 2016

Menjawab Vonis Bidah (Kajian Pesantren, Tradisi dan Adat Masyarakat)

Judul : Menjawab Vonis Bidah (Kajian Pesantren, Tradisi dan Adat Masyarakat)
Penulis : Forum Kajian Ilmiah TAHTA Ponpes Lirboyo 2010
Tebal : 363 + xxii Halaman
Ukuran : 16 x 24 cm
ISBN : 978-602-97112-0-2
Harga : Rp. 80.000,-
Order : SMS 085730092601 atau BBM 5E48AE93

Bila para Aktifis Muda NU di dunia akademisi melakukan berbagai penelitian atas fakta semakin menguatnya ancaman gerakan Islam Transnasional di Indonesia yang telah begitu menggurita dan menggegerogoti tubuh NU, bahkan mengancam kelanggengan NKRI, maka dari balik tembok kokoh Pesantren, para Aktifis Mudanya secara kontinyu menggelar telaah ilmiah dalam rangka mendialogkan berbagai budaya yang diperdebatkan kepada Syarat dengan tuntunan para Ulama terdahulu serta mensosialiasikannya ke tengah masyarakat.
Prof. DR. KH. Tholhah Hasan (Musytasyar PBNU, Mantan Menteri Agama RI)

Masih banyak masyarakat Muslim Indonesia masih ngugemi dawuh-dawuh para Sesepuh. Namun di sisi lain tidak sedikit yang berbalik arah tanpa tedeng aling-aling lagi berani menggugat ajaran para Sesepuh yang sudah tawaruts dari Wali Sanga, Ulama Mujtahid dan Rasulullah SAW beserta Sahabatnya.
KH. Abdul Aziz Manshur (Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin Jombang,
Ketua Umum HIMASAL PP. Lirboyo Kota Kediri)

Dengan isinya yang meliputi berbagai budaya khas Nahdhiyin dan Pesantrennya, semisal Tahlilan, Mauludan, dan Tirakat serta berbagai budaya lokal lainnya seperti Adat Seputar Kehamilan dan Kelahiran, Adat Seputar Kematian, Adat Seputar Pernikahan dan Lintas Adat, buku ini mengajak para pembaca agar dalam menyikapi berbagai tradisi dan adat masyarakat lebih mengedepankan cara-cara yang bijak dan bertanggungjawab serta kehati-hatian, tidak langsung antem kromo semaunya sendiri.
K. Zahro Wardi (Perumus FMPP Se Jawa - Madura)

Kamis, 29 September 2016

Pemahaman Yang Harus Diluruskan

Judul: Pemahaman Yang Harus Diluruskan (Terjemah Mafahim Yajibu an Tushahhah)
Cover : Soft Cover
Jenis Kertas : HVS 70 gram
Penulis : Prof. Dr. as-Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani
Tebal : 528 Halaman
Ukuran : 15 x 21,5 cm
Harga : Rp. 90.000,-
Order : SMS 085730092601 atau BBM 5E48AE93

Akhir-akhir ini, muncul kelompok yang mudah sekali melemparkan tuduhan kafir kepada saudaranya sesama muslim. Kita sering melihat, mereka dengan cepat menghukum seorang muslim sebagai kafir, hanya karena berbeda pendapat (dalam perkara furu') semata. Sehingga, seakan di dunia ini hanya sedikit yang bisa dinilai tetap sebagai muslim.

Dengan gigih, mereka menebarkan api fitnah di antara barisan kaum muslimin. Mereka kadang-kadang lebih suka mengangkat serta bergantung pada masalah-masalah formal dari agama. Kadang-kadang mereka juga mengangkat masalah-masalah ikhtilaf di antara para ulama. Harapan mereka suaranya akan didengar dan mereka menjadi populer.

Demi melihat fenomena menyedihkan seperti itu, maka Allamah Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani menulis kitab yang bermutu serta berharga, Mafahim Yajibu ‘an Tushahhah (Pemahaman-Pemahaman yang Harus Diluruskan).

Menilik dari isinya, kitab ini mampu mengurai seluruh kepelikan dan kekacauan pemahaman yang tengah melanda umat Islam pasca munculnya kelompok minoritas yang sangat pandai membid’ahkan dan mengkafirkan pihak-pihak yang tidak sependapat dengan mereka. Istimewanya lagi, kitab ini juga mampu mengurai kerumitan yang berkaitan dengan objek kajian teologis (ushuluddin).

Salah satu bagian paling menarik dari buku ini adalah sebuah paragraf yang menunjukkan ketegasan sikap Allamah Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani terhadap pihak yang membuang, menambahkan, atau merubah kitab-kitab warisan para ulama (turats) agar redaksinya sesuai dengan yang mereka kehendaki. Menurut beliau, tindakan tersebut adalah sebuah tindakan kriminal dan pengkhianatan besar (terhadap ulama) yang layak dijatuhi vonis mati. Seharusnya, mereka membiarkan teks kitab itu apa adanya, meskipun berlawanan dengan pendapat para pen-tahqiq (peneliti) maupun pen-ta’liq (komentator) kitab tersebut. Barulah setelah itu, mereka bebas mengomentari dan menulis apa saja yang sesuai dengan perspektif dan pemikirannya.

Tidak ada dalil lain bagi para penentang terhadap berbagai masalah yang berangkat dan dibahas dalam buku Mafahom Yajibu ‘an Tushahhah, kecuali menerima terhadap apa yang dikandung di dalamnya. Sebab, apa yang terkandung di dalamnya hampir merupakan konsensus para ulama, baik ulama masa lalu maupun masa kini, serta sesuai dengan apa yang telah dijelaskan oleh sejumlah ulama handal dan para penghapal hadis dan al-Qur'an di antara para ulama Islam yang telah dikenal dunia Islam.

Senin, 28 Maret 2016

Membongkar Dusta & Kesesatan Kelompok Anti Madzhab

Judul: Membongkar Dusta & Kesesatan Kelompok Anti Madzhab
Oleh: Nur Hidayat Muhammad
Penerbit: Nasyrul Ilmi
Harga: Rp. 37.000,-

Kupas Tuntas Fikih Darah Wanita

Judul: Kupas Tuntas Fikih Darah Wanita
Oleh: Sholihin Hasan
Penerbit: Muara Progresif
Harga: Rp. 22.000,-

Semua wanita bisa mengalami haid, tapi tidak semua wanita mengerti hukum haid. Buku ini akan memandu pembaca memahami ragam problematika terkait dengan darah wanita, baik itu haid, istihadlah dan nifas.

Fikih darah wanita tidak hanya membahas tentang keluarnya darah dari kemaluan wanita, tapi juga memiliki kaitan erat dengan ketentuan-ketentuan syariat, seperti shalat, puasa, perceraian, berada di masjid, hubungan suami-istri dan lain-lain.

Karena itu, setiap muslimah wajib mempelajari fikih darah wanita untuk kepentingannya sendiri dan keluarganya. Seseorang yang bisa memahami haid, ia tidak akan bimbang apakah darah itu haid atau bukan, sehingga ia bisa menentukan apa yang seharusnya dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Buku sederhana ini hadir untuk memandu para muslimah, remaja, orang tua, guru atau siapapun untuk mendalami ketentuan-ketentuan syariat yang terkait dengan darah wanita. Kesederhanaan buku ini terletak pada penggunaan istilah yang mudah dipahami dengan struktur pembahasan yang fokus. Lengkap dengan contoh kasus, ilustrasi jadwal keluarnya darah dan ragam problematika darah wanita yang muncul di masyarakat.

Meluruskan Vonis Bid’ah; Bantahan terhadap Buku “Hadits Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia”

Judul: Meluruskan Vonis Bid’ah; Bantahan terhadap Buku “Hadits Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia”
Oleh: Nur Hidayat Muhammad
Penerbit: Nasyrul Ilmi Publishing
Harga: Rp. 50.000,-

Kemunculan buku “Hadis Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia” karya Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Yusuf memunculkan keresahan mendalam. Lantaran banyak hadits-hadits tersebut digunakan oleh mayoritas umat Islam Indonesia, secara khusus kaum Nahdliyyin, sebagai hujjah dalam amal ibadahnya sebab terdapat fadhilah. Sebagai wujud kehati-hatian dalam menilai suatu hadits, sebab kita semua memang tidak tahu, apakah hadits yang kita anggap dha’if atau bahkan palsu bukan dari Rasulullah, masih ada kemungkinan hadits tersebut benar-benar dari Rasulullah.

Bagaimana natinya, jika hadits tersebut benar dari Rasulullah, kemudian kita dustakan. Maka jalan terbaik yang diambil oleh ulama ahlussunnah waljama’ah dengan mengamalkan hadits dh’aif sebagai kehati-hatian dengan tidak menisbatkan bahwa hadits tersebut benar-benar dari Rasulullah, sebab belum tentu hadits tersebut dari Rasulullah. Kenapa hadits dha’if diamalkan, sebagai upaya menjaga kemungkinan bahwa hadits tersebut benar-benar dari Rasulullah. Buakankah sebuah dusta besar jika kemudian hadits yang nyata-nyata dari Rasulullah, kemudian kita anggap sebagai hadits yang bukan dari Rasulullah. Karenanya, sebagai kehati-hatian untuk mejembatani dua kemungkinan, maka jalan terbaik dengan tetap mengamalkan, hadits dha’if tetapi tidak dinisbatkan kepada Rasulullah, kalaupun itu salah pelakunya tidak berdosa, sebab tidak menisbatkan tindakannya pada Rasulullah. Juga sebagai kehati-hatian siapa tahu hadits tersebut benar-benar dari Rasulullah.

Sebab itu, kemunculan buku ini, mencoba meluruskan salah paham yang dilakukan oleh Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Yusuf dalam bukunya “Hadits Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia”. Banyak sekali kerancuan dalam buku tersebut, ringkasnya saya bagi tiga bagian kritik yang diuarikan oleh Nur Hidayat Muhammad di dalam buku ini. Pertama, dalam bukunya, Ahmad Sabiq merasa bahwa hasil ijtihadnya lebih baik dari pada ulama’ yang kapasitas keilmuannya sudah tidak diragukan lagi, serta merasa ilmu haditsnya lebih baik dari para ulama’ besar, termasuk mazhab Syafi’i. Dia juga merasa jika pendapat Salafi Wahabi paling absolut kebenarannya, yang lain tercela dan sesat.

Kedua, banyak hadits yang hanya dha’if atau sangat dha’if dinilai palsu karena mengikuti pendapat Muhammad Nashiruddin al-Albani. Bahkan Ia sering terjebak pada penilai al-Abbani, dan mengindahkan pandangan ulama’ lain yang kreadibiltas keilmuannya lebih mapan. Hadis muaquf yang populer dinisbatkan pada Rasulullah kadang diklaim hadits palsu, padahal pendapat tersebut menyalahi pendapat para ulama’ yang mengatakan bahwa menempatkan hadits mauquf dalam ketegori hadis maudhu’ merupakan kesalahan. Dalam menentukan status hadits palsu, kadang-kadang menggunakan standar karena perawinya pendusta, padahal perawi yang dicurigai pendusta tidak masuk hadits palsu, hanya hadits matruk. Banyak sekali alasan hadits yang dicetuskan sering tidak singkron.

Ketiga, tidak mengindahkan kaidah ulama’ bahwa hadits dha’if yang diamalkan dan dibuat fatwa ulama’ derajatnya semakin kuat. Pula tidak mengindahkan hadits dha’if yang derajatnya terangkat karena terdapat riwayat hadits shahih atau hasan, maka riwayat yang dha’if selalu dikesampingkan, tanpa melihat kaidah ushulul hadits yang disepakati para ulama’. Kadang pula tidak mengindahkan derajat hadtis yang terangkat derajatnya karena banyaknya syawahid.

Untuk Lebih jelasnya, dalam buku “Meluruskan Vonis Wahabi: Bantahan terhadap Buku “Hadits Lemah dan Palsu yang Polpuler di Indonesia” pembaca akan diajak oleh Nur Hidayat Muhammad menelusuri secara detail kesalah-kesalahan yang dikakukan Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Yusuf dalam bukunya Hadits Lemah dan Palsu yang Populer di Indonesia, dengan bantahan ilmiah dan sumber rujukan yang jelas. Buku ini patut kita apresiasi bersama, sebagai wadah intlektual dalam meluruskan salah paham yang dilakukan kelompok tertentu, tidak seperti kelompok radikalis, yang selama ini sering melakukan cara-cara kekerasan dalam meluruskan kesalahan seseorang.